Tampilkan postingan dengan label Intropeksi Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intropeksi Diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Januari 2011

No Pukul berapa Akhi..! Lagi Ngapain neCh....!
Moga aja Antum di jalan Allah. Keterangan
1 03:00-04:00 Karena hidup ini penuh dengan onak dan duri. Hadapi dan pastikan, awali hidup mu dengan Sholat Lail berjamah atau sendiri.... Agar kau mampu menyingkirkannya. ü
2 04:00-04:30 Sholat Subuh berjamaah. ü
3 04:30-05:30 Kajian Kitab di Musholla sakinah ü
4 05:30-06:30 Bersih-bersih dan Sarapan ü
5 06:30-07:30 Sholat Dhuha, Belajar atau baca al qur’an aja dech..... ü
6 07:30-10:45 Masuk Kuliah agar cepet pinter,. Yang rajin ya...? Inget bapak dan ibumu dirumah. Beliau banting tulang hanya untuk meng_kuliahkan kamu. ü
7 10:45-12:30 Qailullah, Sholat Dhuhur Berjamaah, halaqah tahfidz setelah itu makan siang agar tidak lemes.... ü
8 12:30-14:30 Masuk Kuliah atau kalau tidak ya.... Baca Qur’an bisa juga belajar. Insya Allah tidak ada ceritanya tidur siang kecuali terpaksa. ü
9 14:30-15:30 Sholat Ashar Berjamah. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk selalu istiqamah. ü
10 15:30-17:00 Olahraganya mana...........? Yups, disinilah tempatnya, tapi kondisional ana tidak akan menjadikan rutinitas harian. Yaaaaa... pas dirasa perlu saja. Selebihnya ana akan gunakan untuk aktivitas lain yang bernilai positif. ü
12 17:00-17:30 Bersih-bersih ü
13 17:30-18:30 Sholat maghrib Berjamaah dilanjutkan dengan mengulang / nambah hafalan karena merupakan waktu yang pas buat itu kemudian dilanjutkan dengan sholat isya’ ü
14 18:30-22:00 Belajar lagiiiiiiiiiiiiiiiiiii........ memang belajar itu tidak ada selesai-selesainya selama Allah masih memberikan ana kehidupan, ü
15 22:00-03:00 Mendayung di tengan mimpi.... mimpi yang indah bersama Ainul Mardiyah. Ana sangat yakin sekali dia hanya akan diberikan pada orang yang mengisi hari-harinya dengan sesuatu yang bernilai positif. Mau..........? ü
“Sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali oarang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran” (Qs. Al-Ashr 1-5)





Posted on 16.27 by abdul wahid

1 comment

Rabu, 29 Desember 2010


Inginku rasanya ku ungkapkan secuplik kata-kata untuk seseorang yang special dalam hidupku, palingku cintai dunia akhirat. Walaupun sebenarnya tidak cukup hanya secuil karena memang jasamu memenuhi langit dan bumi. Kasing sayangmu tak terperi yang tidak bisa nanda ukur dengan alat ukur yang canggih keluaran terbaru.
Dia adalah orang yang melahirkan, menyusui, merawat, membesarkan ku sehingga sekarang menjadi orang dewasa yang sudah bisa membedakan antara baik dan buruk, indah dan jelek, bisa berbuat dengan kehendak sendiri tanpa bantuan bunda lagi. Mandiri, ya.... mungkin itu kata yang paling tepat untuk membahasakan semua hasil jerih payah yang bunda sejak puluhan tahun silam yang bunda perjuangkan. Tak kenal lelah menghantui, peras keringat banting tulang adalah suatu hal yang biasa bagi bunda.


Memang Maha benar firman Allah...... lewat lisan Luqman yang mewasiatkan kepada anaknya. Seruan untuk berbakti kepada orang tua, hal ini diabadikan dalan al-Qur’an surat lugman: 14 “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Kulah kembalimu” (Luqman: 14).
Ya Allah...... berat rasanya memikul beban sebagai seorang ibu, kalau tidak diiringi dengan keikhlasan kepada Allah swt.
Bunda............
Hanya doa keselamatan dunia dan akhirat yang dapat yang dapat nanda sampaikan untuk saat ini. Walaupun doa adalah yang paling utama dalam hidup ini, tapi sebenarnya nanda ingin melakukan hal yang lebih dari itu yaitu meringankan beban bunda di dunia. Hanya itu yang dapat nanda persembahkan dari jazirah seberang ini untuk bunda tercinta. Tidak ada yang lain, karena nanda masil dalam masa tholabul ilmi. “Wahai Rabbku, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan kasihanilah sebagaimana keduanya menyayangi hamba waktu kecil ”
Nanda mohon doa, agar dalam menempuh jalan jihad ini nanda mendapat kemudahan dan kalaupun ada rintangan yang menghadang semoga nanda bisa menjalaninya dengan baik. Lihatlah bunda......... di kejauhan sana, di puncak gunung yang menjulang tinggi ada sebuah kebahagian, ketentraman, kesuksesan dunia akhirat. Nanda harus jemput dan akan nanda berikan seluruhnya kepada bunda.
Bunda.........
Nanda, minta maaf atas segala kekhilafan yang pernah nanda lakukan. Demi Allah..... hamba tidak akan selamat dunia akhirat kalau sampai ada setitik dosa, yang membuat Bunda sakit hati, kecewa walaupun itu sebesar biji sawi. “maka jangang sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan, ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”(al Isra’:23). Ya..... Bunda itu adalah firman Allah tentang larangan seorang anak durhaka kepada kedua orang tua, tidak hanya itu mengatakan ‘ah’ saja sangat dilarang oleh Allah. Amboy, alangkah mulianya jenengan disisi Allah sampai-sampai keridhaanmu menyertai keridhaan Allah dan kemurkaanmu menyertai kemurkaan Allah juga.
Bunda....
Ada sekitar dua puluh wasiat agung dari luqman untuk nanda dalam berbakti kepada bunda diantaranya adalah perintah untuk berkata sopan, taat terhadap perintahnya selama tidak dalam kemaksiatan, menjaga reputasi, membuat bunda seneng, minta pendapat, bermuka ceria, tidak berbohong, mendoakan, de es te..... Bunda, insya Allah nasehat luqman akan nanda laksanakan sekuat tenaga dalam rangka ketaatan kepada bunda dan Allah Sang Pencipta semesta alam.
Bunda....
Nanda sayang jenengan dengan sepenuh hati, jiwa dan raga.....

Posted on 16.46 by abdul wahid

No comments

Minggu, 14 November 2010

Ini adalah kisah nyata seorang pemuda yang tampan, unik lagi apik. Kisah seorang pemuda yang harum tubuhnya. Selalu menebarkan bau minyak wangi minyak kesturi kemanapun ia pergi. Ia memang benar-benar idola yang pas buat orang yang mendambakan kreatifitas, panjagaan diri dan mawas diri dalam setiap menapaki kehidupannya. Senantiasa wangi sepanjang hari. Benar-benar unik karena wanginya tak mau pergi.
Mau tau kisahnya…? Nama pemuda itu adalah Abu Bakar al Misky, Abu bakar yang tubuhnya selalu wangi seharum minyak miski. Suatu hari ia ditanya: “Sungguh wahai pemuda kami selalu mencium bau wangi dari tubuhmu, apa yang menyebabkan bau itu..?”


Dengan bersahaja pemuda yang anggun itu menjawabnya: “Demi Allah sudah bertahun-tahun aku tidak memakai minyak wangi, adapu aroma wewangi tubuhku sebabnya begin. Suatu ketika ada seorang wanita yang sangat cantik hendak memperdayaiku. Ia memasukkan diriku kedalam rumahnya lalu ia mengunci pintu rumahnya rapat-rapat. Selanjutnya ia pun merayuku dengan berbagai cara untuk memperdayaiku untuk menjerumuskanku…”
(Mari kita bayangkan kalau kita mengalami hal yang sama? Hmmmm)
Akupun bingung dan tertekan dengan tipu dayanya, “Aku mau kebelakang terlebih dahulu”. Aku mau meminta ia mengirim pembantunya untuk menyertaiku ke kakus. Ia mengbulkan permintaanku. Ketika aku masuk kamar kecil, aku mengambil kotooran dan aku lumurkan keseluruh tubuhku. Selanjutnya aku pun kembali ketempat wanita itu dalam keadaan berlumuran dengan kotaran.
Nah, ketika ia melihatku, ai pun kaget, lalu ia memerintahkan pembantunya untuk mengeluarkanku. Lalu aku pergi dan membersihkan diri, dan pada malam harinya aku bermimpi melihat orang berkata padaku :
“Engkau telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh orang selainmu. Sungguh aku menjadikan bau wangi di dunia dan di akhirat”.
Maka pada hari aku tebangun dengan kesturi yang keluar dariku. Yang demikan terus berlanjut sampai sekarang”.
Kawan……..!
Sungguh benar-benar menakjubkan. Mari kita perhatika wahai saudaraku yang seiman…., betapa dahsyatnya balasan bagi seseorang yang menjaga kesucian dirinya. Allah telah memuliakan pemuda tersebut dengan bau wangi minyak kesturi sebagai buah dari akhlaknya yang mulia, ini adalah anugerah terindah yang ditampakkan secara langsung. Akhlaknya yang terpuji, menjaga takwa diri meskipun kenikmatan didepan mata menghampiri, dan mampu menjaga diri disaat wanita cantik menawarkan diri.
Inilah kenikmatan terindah buah dari menghindari nikmat birahi yang harus kita jauhi. Awalnya memang sakit karena harus menahan diri dari jeratan duri, lalu kreatif dan mencari solusi dan berakhir dengan nikmat Rabbul Izzati. Itulah Abu Bakar al Misky, pemuda yang cerdas lagi kreatif meluarbiasakan diri dengan cara yang belum pernah dilakukan melainkan dirinya, maka tubuhnyapun semerbak mewangi sepanjang hari.
Semoga kita tetep diberi kekuatan untuk selalu menjaga kesucian diri sampai ajal menghampiri, amien…..
Wallahua a’lam bisshawab

Posted on 07.32 by abdul wahid

2 comments

Jumat, 16 April 2010

Aku masih ingat betul... ketika kita dulu sama sama, saling bercanda, main petak umpet, main layang-layang dan bahkan kita pernah ngerokok diatas pohon, itulah perbuatan mencoba-coba biar dikatakan anak gaul . Ya itulah dinamika kehidupan masa kanak kanak.
Dulu kita pernah berantem..,wow ngeri...! kita dulu pernah beradu argumen siapa yang paling tinggi cita citanya. Ada yang ingi jadi Presiden,tentara, dokter, insinyur, pilot, dan ada yang ingi jadi petani saja...Kita bernafsu sekali untuk saling mengunggulkan cita-cita kita sampai berujung pada pertengkara... hmmm
Tapi sekarang ... Mana...? kemana kalian, ko' tidak muncul. Mana semgangat mu yang dulu..? Kawan mereka sangat membutuhkan kita, mari kita pulang mungkin sadah saatnya diantara kita yang berlabuh...

Ayo kawan buktikan semangatmu dengan tindakan yang nyata. Yakinlah bahwa sekeci apapun yang kita perbuat akan ada hasilnya.

Posted on 20.51 by abdul wahid

1 comment

Jumat, 09 April 2010

Salam kesalamatan dan kesejahteraan saya ucapkan kepada segenap aktivis dakwah dimanapun antum berada. Batas teretorial yang terpisah bukanlah suatu alasan yang kita sering ucapkan untuk tidak saling silaturahim, tidak saling menanyakan kabar, apalagi tidak saling mendo’akan. Disadari atau tidak, jalan dakwah ini adalah jalan terjal dan berliku, tanpa komitmen yang menghujam dalam diri kita mustahil dakwah kita akan berhasil. Maka dari itu, saling memotivasi antara satu dengan yang lain (aktivis )adalah suatu hal yang memang harus sering kita lakukan.
Sobat…..
Sebenarnya kita hadir kedunia ini Dakwah
Karena
Dakwah adalah nafas.
Dakwah adalah bukti bahwa kita peduli.
Dakwah adalah kasih sayang,
Dakwah adalah pengorbanan.
Yang membuat Abdurrahman Ibn Auf rela mengorbankan sebagian besar hartanya
Yang membuat me,buat Bilal Ibn Rabah disiksa dibawah teriknya matahari
Yang menbuat Abu Bakar, Ustman, Ali Ibn Thalib rela mengorbankan harta jiwa dan raganya…….

Sanggupkah kita mengemban konsekuensi sebagai aktivis dakwah……?
Insya Allah .. kita yakin bahwa Allah selalu bersama kita, bersama orang- orang yang selau berjuang menegakkan risalah Nabi yang Agung.
Memang dalah sebuah aksioma, ketika kita memperjuangkan kebenaran pada saat yang sama kita harus menghadapi kemungkaran.
Do’a dan motivasi diantara kita adalah sebuah kekuatan yang tidak ternilai harganya.

Posted on 17.33 by abdul wahid

No comments